Spirit Muslim Kaffah

Satu istilah yang menjadi konsep penting dalam keberagamaan umat Islam adalah “Muslim kāffah”. Kata “muslim” itu sendiri secara kebahasaan berarti “seorang yang menyerahkan diri kepada Allah”, sementara kata kāffah berarti “menyeluruh”. Sehingga, jika digabungkan, maka “Muslim kāffah” berarti “seorang yang menyerahkan diri secara total kepada Allah, baik pikiran, perkataan, perbuatan, sikap dan perilakunya.
Konsep ini adalah penting untuk dipahami untuk diketahui apa kriteria dan prakondisi yang dibutuhkan untuk menjadi “Muslim kāffah” ini. Meskipun ia merupakan citra ideal bagi seorang Muslim, dan mungkin hanya para nabi dan rasul saja yang dapat mencapai posisi yang tinggi ini, tetapi kita sebagai Muslim tetap diperintahkan untuk mencapainya semampu kita. Dalam konsep tasawuf, ia disebut insān kāmil, sementara dalam literatur umum umat Islam ia disebut “muttaqīn” (orang yang bertakwa).
Mengapa Penting Menjadi Muslim Kāffah?
Alasan pertama, tentu saja, terkait dengan perintah Allah, dalam surat Al-Baqarah 208,
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam al-silm secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
Kata al-silm ditafsirkan oleh para ulama dengan “Islam” atau tuntunan-tuntunan ajaran Islam. Pesan moral dari ayat ini adalah, umat beriman diperintahkan untuk menjadi muslim yang kaffah (total), sekaligus menghindari dari mengikuti langkah-langkah setan. Kedua hal ini berkaitan. Jika menjalankan ajaran-ajaran Islam secara menyeluruh, secara otomatis berarti menghindari jebakan perangkap setan, yang kita diingatkan oleh Allah bahwa setan itu adalah musuh yang paling jelas. Oleh karena itu, untuk menghindarinya, kita harus mengenal setan dan tupoksinya.
Bagaimana Menjadi Muslim Kāffah?
Setidaknya ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan untuk menjadi Muslim Kaffah. Langkah pertama adalah memahami bahwa Islam merupakan ajaran yang lengkap dan sempurna. Pernyataan ini dinyatakan dengan tegas oleh Allah dalam Alquran bahwa, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu …” (Al-Maidah: 3). Islam yang dibawa risalahnya oleh Nabi Muhammad adalah penyempurnaan terhadap risalah para nabi sebelumnya, sehingga dapat dikatakan bahwa Islam adalah agama yang sudah sempurna, karena tidak ada lagi risalah agama setelahnya. Sempurna dalam kandungan, redaksi dan petunjuknya. Dengan menyadari hal ini, maka ia akan menjadikan Islam sebagai rujukan etis dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan hidupnya.
Kedua, menyeimbangkan habl min Allāh (hubungan dengan Allah) dan habl min al-nās (hubungan dengan manusia). Seorang yang tidak menyeimbangkan kedua aspek ini akan mengalami kesulitan dan penderitaan di dunia, terlebih lagi di akhirat. Maksudnya, seorang tetap harus bekerja untuk memenuhi nafkah buat diri dan keluarga dalam kehidupan dunia ini. Dan bekerja adalah bagian dari syariat yang tentu mempunyai manfaat ukhrawi dan duniawinya. Tetapi, seorang jangan lupa dengan kehidupan akhiratnya, dengan beribadah dan berdzikir kepada Allah. Karena kehidupan akhirat ini adalah “kehidupan yang sebenarnya” (wa inna al-dār al-ākhirah lahiya al-hayawān law kānū ya’lamūn).

Ketiga, mengintegrasikan akidah, syariat dan akhlak. Akidah menjadi barometer bagi segala aktivitas hati dan perbuatan seseorang. Tanpa iman dan keyakinan, maka aktivitas seseorang akan sia-sia. Akidah juga menjadi penggerak dan pendorong seseorang untuk menjalankan tuntunan-tuntuntan Allah (syariat) dengan sempurna dan menyeluruh. Oleh karena itu, Allah sering menggunakan redaksi yā ayyuhā alladhī āmanū ketika memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjalankan syariat-syariatnya. Buah dari implementasi iman dan syariat ini adalah akhlak yang baik, yang merupakan muara semua syariat yang diturunkan oleh Allah. Dalam bahasa Alquran, predikat tertinggi dari akhlak yang baik kepada Allah, manusia dan semua makhluk di alam semesta ini adalah takwa, yang orangnya disebut muttaqīn. Mereka yang sudah mencapai predikat ini disebut muslim kāffah, yang keberadaannya memberikan kedamaian, ketenangan dan kemanfaatan buat manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Ringkasan Kajian S-Booster MTTG Telkom Sulawesi Tengah
Kamis. 6 Januari 2022

 
 

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button