Nabi Isa dalam Alquran

Hari ini saudara kita dari umat Kristiani merayakan hari wafat Isa Almasih. Mereka meyakini bahwa Isa disalib untuk menebus dosa umat manusia. Keyakinan umat Kristiani ini bertentangan dengan keyakinan umat Islam, bahwa Nabi Isa tidak dibunuh atau disalib, namun diangkat oleh Allah ke langit. Dalam Alquran, Allah Swt menceritakan:

وما قتلوه وما صلبوه ولكن شبه لهم … وما صلبوه يقينا بل رفعه الله إليه

“Mereka tidak membunuh dan menyalibnya, namun yang mereka bunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa. … Mereka tidak yakin telah membunuhnya …  Tetapi Allah mengangkat Isa ke hadirat-Nya.” (QS al-Nisā’ [4]: 157-158).

Siapa yang diserupakan dengan Nabi Isa lalu disalib?

Banyak versi tentang masalah ini. Ada yang mengatakan namanya David, raja Yahudi, seperti yang diceritakan dalam Tārīkh Ibn Isḥāq. Ada yang mengatakan namanya adalah Tityanus, Titabas, or Titanas. Ada yang mengatakan namanya adalah Yahudha atau Yudas.

Sayyid Quṭb dalam tafsirnya ilāl al-Qur’ān, dengan mengutip kisah dari Injil Barnabas, menceritakan bahwa ketika para prajurit penguasa bersama Judas Iscariot mendekati tempat kediaman Isa, dan beliau mendengar kehadiran orang banyak itu, beliau menjauh dari rumah dalam keadaan takut. Murid-muridnya yang sebelas orang ketika itu sedang tidur. Ketika Allah melihat bahaya yang mengancam hamba-Nya, Dia memerintahkan Jibril, Mikail, Rafail dan Oril yang merupakan utusan-Nya agar mengambil Isa dari dunia ini. Para malaikat suci itu mengambil beliau dari jendela sebelah selatan dan membawanya serta menempatkannya di langit ketiga. Yudas masuk dengan kasar ke kamar tempat Nabi Isa diangkat ke langit, sementara para murid lainnya sedang tertidur. Saat itu, Allah melakukan suatu keajaiban sehingga berubahlah Yudas dalam ucapan dan bentuk rupa sama dengan Isa.

Meskipun banyak versi tentang siapa yang disalib. Yang pasti, yang perlu kita yakini adalah bahwa Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib. Tapi Allah menyelamatkannya dari kejaran orang yang ingin membunuhnya.

Apakah diangkatnya Nabi Isa ke langit sama wafatnya beliau?

Jumhur ulama berpendapat bahwa Nabi Isa diangkat ke langit ruh dan jasadnya, dan ia akan kembali pada akhir zaman untuk membunuh Dajjal. Seorang mufassir kontemporer terkenal, yang bernama Mutawallī al-Sha‘rawī, berpendapat bahwa “Tidak heran jika akhir perjalanan Nabi Isa tidak seperti akhir perjalanan hidup manusia lainnya karena kehadirannya di bumi pun berbeda dengan yang lain.”  Yaitu Nabi Isa dilahirkan tanpa seorang ayah.

Memang perjalanan Nabi Isa penuh dengan keajaiban-keajaiban. Nabi Isa seperti diceritakan Alquran mempunyai banyak mukjizat, seperti:

Pertama, menghidupkan orang mati dan membuat burung dari tanah. Suatu ketika, kaum Nabi Isa meminta Nabi Isa untuk menghidupkan orang yang sudah lama mati. Nabi Isa pun menyanggupinya. Mereka kemudian menunjukkan sebuah kuburan tua yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Putra Maryam, kalau kamu memang benar utusan Tuhan, coba hidupkan orang ini! Seperti kami ketahui, tubuh orang ini sudah ditimbun tanah beberapa tahun lalu. Rambut dan dagingnya kami yakin sudah habis dimakan cacing. Tulang-tulangnya sudah terlepas dan hancur berantakan,” tantang salah seorang pemimpin Bani Israil, tangannya mengarah ke kuburan. “Kamu jangan harap bermimpi di siang bolong, wahai Isa! Jika kamu bisa, kami baru percaya kepada dirimu dan Tuhanmu,” celetuk yang lainnya dengan nada sinis sembari berkacak pinggang. Kawan-kawannya memberi dukungan melalui isyarat bahasa tubuhnya. “Baiklah, akan saya bangunkan orang ini atas izin Allah SWT,” jawab Nabi Isa, terlihat tenang.

Nabi Isa langsung bermunajat kepada Allah SWT. Usai berdoa, Nabi Isa mendekati kuburan, lalu mengarahkan kedua tangannya. Ia memangil-manggil penghuni kubur. Seketika orang yang sudah mati itu hidup kembali. Jasad dan anggota tubuhnya tetap utuh dan masih lengkap, sama seperti dulu ketika ia hidup. Ia bisa berbicara dengan orang-orang yang hadir, terutama dengan Nabi Isa. “Apa kalian sudah percaya dengan adanya hari kebangkitan atau hari akhir?” tanya Nabi Isa.

Orang-orang Bani Israil tidak ada yang berani bersuara. Mereka serempak bungkam. Mereka masih kaget melihat peristiwa yang baru saja dilihatnya. Seakan-akan mereka disergap perasaan percaya dan tidak percaya. “Kami masih belum percaya dengan kenabianmu. Coba tunjukkan kehebatanmu yang lain!” pinta seseorang lainnya, suaranya setengah berteriak. “Apa lagi yang ingin kalian minta?” tukas Nabi Isa. “Perlihatkan kepada kami cara membuat burung hidup dari tanah liat.”

Nabi Isa kembali berdoa kepada Allah SWT. Selang beberapa menit, ia mengambil tanah liat yang ada di sekitarnya. Tanah itu dibuat seperti burung, lalu ditiup dan jadilah burung yang bebas terbang ke sana kemari.

”Ini bukti bahwa ruh itu ada pada setiap makhluk hidup. Sudahkah ini menunjukkan bahwa Allah SWT Maha Kuasa?” ucap Nabi Isa. “Kami masih belum percaya kepadamu. Itu semua hanya permainan sihirmu. Dasar pembohong!” cetus masyarakat, lantas berbarengan meninggalkan Nabi Isa.

Kedua, menyembuhkan orang buta dan orang yang mempunyai penyakit kusta.

Ketiga, mukjizat lain yang dimiliki Nabi Isa adalah melihat sesuatu yang gaib. Penglihatannya sanggup menembus benda yang tidak bisa disaksikan kebanyakan mata orang biasa. Mata batinnya sangat tajam dan panca inderanya sungguh peka. Misalnya Nabi Isa mampu melihat makanan, minuman dan barang-barang yang disimpan di dalam rumah yang pintunya tertutup. Padahal ia hanya melihatnya dari luar, tanpa terlebih dahulu masuk atau mendapat bocoran dari seseorang maupun pengikutnya. Ternyata yang ditebak dan dikatakan Nabi Isa benar adanya, sesuai dengan isi rumah.

Keempat, menurunkan hidangan dari langit. Pada satu kesempatan Nabi Isa sedang berkumpul bersama para pengikutnya di tempat ibadah. Mereka meminta Nabi Isa supaya menurunkan makanan dan minuman dari langit. Secara kebetulan, orang-orang yang tidak percaya dengan kenabian Isa mengetahui permintaan itu. Rupanya mereka ingin membuktikan sendiri secara kasat mata kehebatan Nabi Isa. Akhirnya mereka meminta izin ikut bergabung dengan umat Nabi Isa.

Nabi Isa berdiri, lalu melangkahkan kakinya. Ia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, kemudian menundukkan kepala untuk memulai bermunajat. ”Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit.” Saking khusu’nya berdoa, sampai-sampai ia menangis dan air matanya memasahi jenggotnya yang panjang. Seketika turunlah makanan besar dari celah dua awan: satu awan di atasnya, satu awan di bawahnya. Saat itu orang-orang melihatnya penuh takjub. Nabi Isa melanjutkan doanya, “Ya Allah Tuhan kami, jadikanlah makanan ini sebagai rahmat dan jangan menjadi fitnah bagi kami.”

Makanan dari langit itu turun di hadapan Nabi Isa. Aroma dan baunya sangat harum, menggoda lidah siapa saja untuk segera menyantapnya. Nabi Isa tersungkur dalam keadaan sujud syukur yang diikuti oleh umatnya. Setelah itu mereka makan bersama. Bahkan orang-orang yang semula tidak percaya dengan Nabi Isa langsung meyakini ajaran-ajarannya. Sementara bagi pengikut Nabi Isa, mukjizat ini semakin mempertebal keimanannya kepada Allah SWT. Dikisahkan, makanan itu tidak habis-habis, meski dimakan oleh ribuan orang

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button