Keutamaan Bersedekah

Dalam Alquran disebutkan bahwa dalam diri manusia ada naluri kecintaan terhadap harta benda, bahkan kecintaan manusia terhadap harta itu sangatlah besar. Dalam Alquran disebutkan: innahu lihubbil khayri la-shadid. Karena kecintaannya yang berlebihan tersebut, maka seseorang seringkali menjadi kikir, dan menganggap bahwa hartanya akan berkurang jika disedekahkan. Menurut informasi dari Nabi, sikap kikir inilah yang banyak membinasakan umat-umat terdahulu. Kata Nabi:

واتقوا الشح فإن الشح أهلك من كان قبلكم

“Jauhilah sifat kikir karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.”

Oleh karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk bersedekah, berinfak, atau mengeluarkan zakat, dari semenjak zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Dalam Islam, perintah ini sangat penting. Nabi sendiri begitu dermawan, terutama pada saat bulan Ramadhan. Begitu pula para sahabat Nabi.

Abu Bakar, misalnya. Setelah usai salat Subuh, beliau terbiasa pergi ke padang pasir, kemudian kembali lagi sejenak ke Madinah. Karena penasaran, suatu hari Umar bin Khatab membuntutinya. Ternyata yang dikunjungi Abu Bakar adalah sebuah tenda kumuh di tengah padang pasir. Umar pun bersembunyi di belakang batu besar. Dan tak lama kemudian Abu Bakar pun keluar dari tenda itu.

Setelah Abu Bakar berlalu, Umar masuk ke tenda tersebut. Ternyata di dalamnya ada seorang wanita tua dan buta bersama seorang bayi kecil. Umar bertanya, “Siapa yang datang tadi pada kalian?” Wanita itu menjawab, “Aku tidak tahu. Yang jelas ia seorang muslim. Setiap pagi ia datang kemari.” “Apa yang ia perbuat?” kejar Umar Wanita itu berkata, “Ia menyapu rumah kami, mencampur adonan kami, memeras susu ternak kami, lalu pulang.”

Sebagai perintah Islam yang sangat penting, sedekah mempunyai banyak keutamaan. Diantara keutamaan tersebut adalah:

Pertama, sedekah dapat memperluas rezeki. Dalam Alquran diceritakan bahwa “perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah  seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendakinya. Allah maha luas dan maha mengetahui.” (QS Al-Baqarah (2): 261)

Kedua, sedekah dapat memperpanjang umur. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa suatu ketika malaikat maut menemui Nabi Ibrahim dan bertanya “Siapa anak muda yang tadi bertamu ke rumahmu?“. “Ia sahabat sekaligus muridku,” jawab Nabi Ibrahim. “Apa maksud kedatangannya menemuimu!”. “Dia mengutarakan niatnya akan menikah esok pagi,“ kilah Ibrahim. “Sayang sekali ya, usia anak muda itu tidak akan sampai esok pagi,” ujar malaikat maut. Setelah itu ia segera meninggalkan Nabi Ibrahim. Ternyata esok harinya Nabi Ibrahim masih melihat dan menyaksikan walimah pernikahan anak muda itu. Bahkan usia anak muda itu sampai 70 tahun. Ketika perihal tersebut ditanyakan Ibrahim kepada malaikat maut, ia menjawab, “Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Ketiga, sedekah dapat meredam murka Allah dan mencegah kematian yang buruk. Dalam sebuah hadis disebutkan:

إن الصدقة تطفئ غضب الرب وتدفع عن ميتة السوء

Yang dimaksud dengan “kematian yang buruk” adalah “seorang meninggal dalam keadaan sedang melakukan kemaksiatan.” Dan yang dapat mencegah manusia mati dalam keadaan seperti ini adalah sedekah. Kesimpulannya, sedekah dapat membuat pelakunya meraih ḥusnul khātimah.

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button