Filosofi Subḥāna

Ayat yang berbicara tentang peristiwa isra’ mi’raj adalah al-Isra’ [17]: 1.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Dalam ayat ini, ada beberapa istilah penting yang dapat kita kaji dan renungi.

Pertama, kata “subhāna” yang berarti “menyucikan Allah dari dari segala sifat kekurangan dan keburukan.” Allah membuka ayat ini dengan kalimat “subhana” merupakan respons Allah terhadap orang-orang musyrik yang menyangkal peristiwa ini dan menganggap nabi sebagai pendusta. Kedua, Allah membuka ayat ini dengan kalimat “subhana” merupakan perintah kepada kita untuk bertasbih kepada-Nya Dzat yang mengisra-mikrajkan Nabi Saw. Tidak hanya kita, bahkan semua makhluk yang ada di dunia ini bertasbih kepada Allah. Langit, bintang-bintang, bumi, semua binatang dan tumbuhan, dan lain-lain. Akan tetapi, kita tidak mengetahui bagaimana tasbih mereka (QS. Al-Isra’: 44)

وإن من شيئ إلا يسبح بحمده ولكن لا تفقهون تسبيحهم

Pernah Nabi bercerita bahwa Sesungguhnya pernah seekor semut menggigit salah seorang Nabi lalu Nabi tersebut menyuruh supaya membakar sarang semut tersebut, tetapi Allah menurunkan wahyu kepadanya: “Apakah hanya gara-gara seekor semut menggigitmu lantas kamu akan binasakan satu umat yang selalu membaca tasbih?”

Karena tasbih itu adalah perintah Allah, pasti ada banyak manfaat dari bertasbih kepada Allah sebagaimana diceritakan dalam berbagai hadis Nabi.

Pertama, Allah akan menciptakan setiap tasbih yang kita ucapkan malaikat yang akan memintakan ampun kepada Allah kepada orang yang mengucapkannya.

من قال سبحان الله وبحمده خلق الله تعالى ملكا له عينان وجناحان وشفتان ولسان يطير مع الملائكة ويستغفر قائلها إلى يوم القيامة

Kedua, Allah akan mengampuni orang yang bertasbih kepadanya 100 kali.

من قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة، حطت عنه خطاياه، ولو كانت مثل زبد البحر

Ketiga, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan persoalan pelik yang dihadapi jika kita selalu bertasbih kepada-Nya.

Alkisah, Ibn ‘Abbās menuturkan: “Ketika Allah SWT menciptakan Arasy, Allah memerintahkan para malaikat pemikul Arasy agar memikul Arasy tersebut. Lalu mereka merasa berat memikulnya, Maka Allah berfirman, “Bacalah, subhanallah,” para malaikat pun membaca subhanallah, hingga mereka merasa ringan memikul Arasy.

Dalam Alquran Allah bercerita tentang berbagai nabi yang diberikan anugerah besar dan dipecahkan segala kesulitannya, seperti di antaranya adalah Nabi Yunus.

Nabi Yunus diutus oleh Allah untuk berdakwah di kampung Nainawa di negeri Musil Irak. Nabi Yunus mengajak penduduk kampung tersebut agar menyembah Allah, namun penduduk tersebut enggan menerima dan tetap dalam kekufuran mereka. Akhirnya, Nabi Yunus meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah setelah ia memperingatkan mereka bahwa azab akan turun kepada mereka selama mereka tetap dalam kekufuran.

Kemudian, beliau menaiki perahu berlayar. Dalam perjalanan, perahu ditiup angin sangat kencang sehingga mulai hilang kesimbangan. Kepala kapal mengatakan bahwa beban perahu perlu dikurangi dan dilakukan undian. Tiga kali undian dilakukan, yang keluar justru namanya Nabi Yunus. Akhirnya, Nabi Yunus terjun ke laut dan dimakan ikan paus. Dalam perut ikan, Nabi Yunus selalu bertasbih: لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين Akhirnya, Allah menurunkan perintah kepada ikan itu agar mengeluarkan Yunus ke permukaan laut dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah Swt. Seandainya Nabi Yunus tidak bertasbih, tentu dia akan berada di dalam ikan paus sampai hari kiamat. Dalam Alquran diceritakan:

فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Mengenai tasbih ini, Nabi pernah bersabda, “Barangsiapa yang berdoa tentang sesuatu dengan menggunakan doanya Nabi Yunus ini, pasti Allah akan mengabulkannya.”

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ : لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Dalam kitab Taurat, diceritakan bahwa Nabi Musa sedang dalam perjalanan ketika ia mendengar sebuah suara datang dari gunung, suaranya terdengar jelas, dan ia pun mendekati suara itu. Ia sampai pada sebuah gua dan melihat ke dalamnya, di sana ada seseorang yang sedang bertasbih, “Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan aku lebih mulia dari yang lainnya.”

Nabi Musa melihat orang itu sedang bersujud sambil mendengarkan suaranya yang merdu. Ia terkejut ketika orang itu bangkit dari sujud, ternyata ia tidak mempunyai tangan dan kaki! Nabi Musa terheran-heran, bagaimana ia bisa mengatakan itu? Bagaimana ia bisa makan? Lalu seekor rusa datang dan orang itu meminum susu darinya.

Musa melihatnya dan berkata, “Sahabatku, engkau memuji Allah bahwa Dia telah memuliakanmu dengan tak terhingga, tetapi engkau tidak mempunyai tangan dan kaki!” Orang itu melihatnya dan berkata, “Ya Musa, Allah memberiku yang terbaik yang dapat kau bayangkan!” “Apa itu?” “Dia menjadikan aku sebagai seorang Muslim!”***

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button