Mata yang Tidak Menangis di Hari Kiamat

Semua umat Islam berkeyakinan bahwa dunia dan kehidupan ini akan berakhir. Akan datang satu masa di mana manusia akan berkumpul di hadapan pengadilan Allah Swt untuk mempertanggungjawabkan semua apa yang pernah diperbuatnya di dunia. Jika amal kebaikan yang selalu dilakukannya, maka ia akan memperoleh kebahagiaan di sana. Jika amal keburukan yang selalu disemaikan, maka kesengsaraan dan penderitaanlah yang akan ditanggungnya di sana.

Alquran berulang kali bercerita tentang dahsyatnya kehidupan akhirat. Di antaranya adalah surat al-Ghashiyah ayat 1-16. Dalam surat itu digambarkan bahwa ada wajah-wajah ketakutan. Mengapa mereka ketakutan? Karena mereka akan masuk ke dalam neraka Jahanam yang begitu panas menyala-nyala. Kedalaman neraka tersebut, menurut laporan Nabi Saw, jika batu besar dari pinggiran neraka dilemparkan, maka ia akan sampai ke dasar neraka selama 70 tahun. Di akhirat, satu sehari sebanding dengan seribu tahun. Bayangkan? Berarti jika diukur dengan waktu dunia, sekitar 70.ooo tahun. Mereka, para penduduk neraka, akan diberi makanan berduri yang tidak mengenyangkan dan tidak menghilangkan lapar, yang dalam Alquran, disebut Zaqqum, yaitu pohon yang tumbuh di dasar neraka, yang bentuk dan rupanya sangat buruk, bahkan mayang-mayangnya seperti kepala-kepala setan. Minuman yang akan diberikan kepada mereka ada empat jenis minuman: yang pertama, hamim (air yang sangat panas), yang memotong-motong ususnya; kedua, gassaq (air yang sangat dingin); ketiga, sadid (air nanah), yang mereka teguk namun tidak dapat mereka telan; keempat,  al-ma’ alladhi ka al-muhl (minyak yang mendidih di dalam perut), yang menghanguskan wajah.

Selain mereka, ada pula wajah-wajah yang selalu cerah ceria, tersenyum, dan bahagia karena perbuatan baik mereka ketika di dunia. Mereka ini lah orang-orang yang akan mendapatkan kebahagian di hari akhirat. Terkait dengan wajah-wajah yang selalu ceria ini, Nabi pernah bercerita: “Neraka akan diharamkan menyentu tiga jenis mata.” Apa yang tiga tersebut? Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah. Bagaimana caranya supaya mata kita menangis karena takut kepada Allah? Dalam kitab al-Buka’ min Khashyah Allah disebutkan bahwa jalan yang dapat mengantarkan kepada hal tersebut adalah:

Pertama, mengingat kematian, karena kata Nabi:, “Kematian tersebut sungguh sangat menakutkan,”. Kedua, banyak ziarah kubur, karena kata nabi, ziarah kubur dapat melembutkan hati, membuat orang meneteskan air mata, dan mengingatkan kepada akhirat. Ketiga, banyak mengingat dahsyatnya peristiwa setelah kematian. Dan yang terakhir, banyak mengingat dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita. Dalam sebuah riwayat, ada seorang laki-laki yang kerjanya mengejar-ngejar hawa nafsu, bergumul dan berkelana di tempat-tempat maksiat, hingga pulang larut malam. Dari tempat tersebut, ia pulang dalam keadaan sempoyongan. Di tengah jalan, di sebuah rumah, ia mendengar sayup-sayup seorang membaca Alquran. Ayat yang dibaca adalah:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ – 57:16

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Setibanya di rumah, sebelum tidur, pemuda ini mengulangi kembali bacaan tersebut di dalam hatinya. Kemudian, tanpa terasa, air mata mengalir di pipinya. Ia merasakan ketakutan yang luar biasa. Bergetar hatinya di hadapan Allah karena perbuatan maksiat yang pernah dia lakukan. Kemudian, ia mengubah cara hidupnya. Ia mengisi hidupnya dengan mencari ilmu agama, berbuat amal kebajikan dan beribadah kepada Allah Swt. Sehinga di abad ke-11 Hijriyah dia menjadi seorang ulama besar, seorang bintang di dunia tasawuf.

Dia kembali ke jalan yang benar karena mengalirkan air mata penyesalan atas kesalahannya di masa lalu lantaran takut kepada Allah Swt. Berbahagialah orang yang pernah bersalah dalam hidupnya kemudian menyesali kesalahannya dengan cara membasahi matanya dengan air mata penyesalan. Mata seperti itu insya Allah termasuk mata yang tidak menangis di Hari Akhirat.

Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt. Nabi pernah mengatakan bahwa nanti di hari kiamat ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dan perlindungan dari Allah pada hari kiamat, pada hari dimana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah Swt. Salah satunya adalah, “seorang yang diajak melakukan maksiat oleh perempuan yang punya kedudukan dan kecantikan, tetapi dia menolak ajakan tersebut dengan mengatakan: Aku takut kepada Allah Swt”

Dalam Alquran, Nabi Yusuf mewakili kisah ini, karena dia menolak ajakan maksiat majikannya. Ketampanan Nabi Yusuf telah membuat majikannya, Zulaikha, terpikat. Dan ia pun membuat sebuah rencana untuk memperdaya dan menjerumuskan Nabi Yusuf ke dalam perbuatan zina. Jika tidak, maka Zulaikha akan memenjarakan Nabi Yusuf. Apa kata Nabi Yusuf, “Ya Allah, penjara lebih aku cintai daripada mengikuti ajakan mereka kepadaku. Jika Engkau tidak palingkan aku darinya, niscaya aku akan cenderung kepada mereka, dan menjadi orang yang bodoh.” Nabi Yusuf menggunakan ilmu dan akal pikiran yang sehat yang lebih mengutamakan kemaslahatan dan kenikmatan abadi di akhirat. Mata beliau adalah mata yang tidak akan menangis dan tidak akan disentuh oleh api neraka di hari kiamat, lantaran matanya dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Swt.

Yang ketiga, mata yang tidak tidur karena membela agama Allah, seperti mata pejuang Islam yang selalu mempertahankan keutuhan agamanya, dan menegakkan tonggak Islam. Membela agama Allah baik dengan raga dan fisiknya, atau pun menjaga agama Allah dengan tulisan-tulisan  yang ia sebarkan dalam buku-buku, jurnal-jurnal, dan media-media sosial lainnya.

Inilah tiga pasang mata yang tidak akan menangis di hari akhirat, dan tidak akan disentuh oleh api neraka, yang digambarkan oleh Alquran sebagai wajah-wajah yang berseri-seri dan berbahagia di hari kiamat nanti. Semoga kita termasuk kelompok yang matanya tidak menangis pada hari kiamat. Amin.***

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button