Obat Hati: Ikhlas

Dalam sebuah syair disebutkan:

ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها  ** إن السفينة لا تجري على اليبس

Anda mengharapkan keselamatan tetapi Anda tidak melalui jalannya * 
Sesungguhnya kapal itu tidak berjalan di atas tanah yang kering

Salah satu jalan sukses yang diajarkan Islam adalah ikhlas. Apa itu ikhlas? Imam al-Ghazali mendefinisikan Ikhlas sebagai “membersihkan tujuan pendekatan diri kepada Allah dari segala kotoran seperti riya atau hawa nafsu.” (tajrid qasd al-taqarrub ila Allah ‘an jami’ al-shawa’ib )

Mengapa harus ikhlas? Pertama, standar diterima tidaknya amal perbuatan seorang adalah ikhlas, yaitu melakukan sesuatu karena dan untuk Allah Swt. Apa pun amal kebaikan seorang jika dilakukan bukan karena Allah, maka akan tertolak. Nabi bersabda,

إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصا وابتغي به وجهه

“Allah tidak akan menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengharap ridha Allah. (HR Abu Dawud dan Al-Nasa’i).

Kedua, ikhlas dapat menghindarkan seseorang dari tipuan dan godaan syetan. Ketika Allah menciptakan Adam, Allah lalu memerintahkan para malaikat untuk sujud. Semuanya bersujud kecual Iblis. Ketika ditanya mengapa ia tidak sujud? Dengan sombong ia mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam, karena ia diciptakan dari api, sementara Adam dari tanah. Allah pun mengusir Iblis dari surga, dan melaknatnya. Iblis memohon agar dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat, dan ia bermohon kepada Allah. (QS. Al-Hijr : 39-40)

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ * إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Lalu, apa yang menjadi indikator seorang yang ikhlas?

Pertama, hidupnya jarang sekali merasa kecewa. Ketika seorang melakukan sesuatu karena Allah, maka apa pun hasilnya, ia tidak akan kecewa. Tetapi jika tujuannya bukan karena Allah, maka siap-siap ia akan kecewa. Sebagai contoh, seorang belajar sungguh-sungguh agar dapat lulus ujian PNS. Ketika dia mengerjakan tes, ia yakin akan lulus, karena semua soal dapat dijawabnya dengan baik. Namun, ketika melihat di papan pengumuman, ternyata namanya tidak ada. Maka, dia akan kecewa.

Kedua, tidak bergantung dan berharap pada makhluk. Orang yang ikhlas tidak akan pernah berubah sikapnya ketika melakukan kebaikan, apakah ada yang memujinya atau tidak. Bahkan ketika dicaci maki, hatinya tetap tenang, karena ia yakin bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian orang lain yang selalu berubah, tetapi hanya ingin mendapatkan penilaian yang sempurna dari Allah Swt.

Ketiga, tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil.Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.

Apa manfaat ikhlas? Pertama, Nuṣrah wa kifāyah rabbāniyyah (pertolongan dan kecukupan dari Allah Swt). Dalam risalahnya yang populer tentang peradilan, Umar pernah berkata;

فمن خلصت نيته في الحق ولو على نفسه كفاه الله ما بينه وبين الناس، ومن تزين بما ليس فيه شانه الله

“Barangsiapa yang niatnya bersih dalam menegakkan kebenaran meskipun itu terhadap dirinya, Allah akan memberikan kecukupan antara dia dan orang lain. Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan sesuatu yang tidak layak, maka Allah akan menghinakannya”

Contoh, diselamatnya Nabi Ibrahim dari jilatan api yang sangat besar ketika beliau dilemparkan ke dalam api.

Kedua, Tafrīj al-kurūb (pemecahan terhadap setiap masalah). Cerita tentang tiga orang penghuni gua yang berdoa sembari bertawassul dengan amal perbuatan salehnya. Allah mengabulkan doanya karena ikhlasnya amal perbuatan yang mereka lakukan.**

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca juga
Close
Back to top button